User Tools

Site Tools


sekilas_simral

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
sekilas_simral [2018/05/21 12:45]
eka
sekilas_simral [2024/05/30 13:27] (current)
agus created
Line 1: Line 1:
-<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Berdasarkan pada Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, sistem penganggaran nasional mengalami beberapa perubahan yang mendasar, yang mencakup antara lain, sistem penganggaran terpadu, penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah, dan penganggaran berbasis kinerja. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas penggunaan anggaran pemerintah dalam mendukung fungsi pelayanan masyarakat.</​font>​+===== Sekilas SIMRAL =====
  
-<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Dengan diterapkannya paradigma baru dalam pengelolaan keuangan negara inimenuntut adanya ​perubahan mendasar ​dalam pendekatan penganggaran, yang membutuhkan dukungan ​sistem penganggaran ​yang lebih responsif yang dapat memfasilitasi upaya memenuhi tuntutan peningkatan kinerjakualitas layanan ​dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.</​font>​+Berdasarkan pada Undang-Undang No. 17 Tahun 2003sistem penganggaran nasional mengalami beberapa ​perubahan ​yang mendasar, yang mencakup antara lain, sistem penganggaran ​terpadu, penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah, dan penganggaran berbasis kinerja. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas penggunaan anggaran pemerintah dalam mendukung fungsi pelayanan masyarakat.
  
-<font 11,0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi ​dalam pelaksanaan program dan kegiatan. Sangat penting untuk memastikan bahwa pilihan program sebagai instrumen kebijakan pemerintahbenar-benar merupakan alternatif terbaik ​yang mencakup kegiatan-kegiatan ​yang mencerminkan alternatif pendekatan paling efektif untuk menghasilkan keluaran, dan pada gilirannya paling efisien dalam mendukung pencapaian rencana kinerja program.</​font>​+Dengan diterapkannya paradigma baru dalam pengelolaan keuangan negara inimenuntut adanya perubahan mendasar ​dalam pendekatan penganggaran, yang membutuhkan dukungan sistem penganggaran ​yang lebih responsif yang dapat memfasilitasi upaya memenuhi tuntutan peningkatan kinerjakualitas layanan ​dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
  
-<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Dengan demikian, antara kebijakan, ​programkegiatan ​dan subkegiatan harus merupakan sebuah rangkaian yang mencerminkan adanya keutuhan konseptualPerubahan sistem penganggaran dari yang selama</​font><​font 11,0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​in</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​i</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​berorientasi</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit></​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​pada</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​input</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​menjadi</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​berorientasi</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​pada output, membutuhkan perubahan pola pikir yang mendasar. Dalam sistem ​yang barupenanggung jawab dan pengelola program dan kegiatan harus memfokuskan upaya pada pencapaian ​sasaran keluaran (</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​output</​font>​ //<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​) kegiatan dan hasil (</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​outcome</​font>​ //<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​) dari program ​yang dilaksanakannya.</​font>​+Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan ​program ​dan kegiatan. ​Sangat penting untuk memastikan bahwa pilihan program sebagai instrumen kebijakan pemerintahbenar-benar merupakan alternatif terbaik ​yang mencakup kegiatan-kegiatan ​yang mencerminkan alternatif pendekatan paling efektif untuk menghasilkan keluaran, dan pada gilirannya paling efisien dalam mendukung ​pencapaian ​rencana kinerja ​program.
  
-<font 11,0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Dalam konteks pemerintahan daerah pola paradigma baru dalam pengelolaan keuangan negara ini diwujudkan dengan diimplementasikannya Peraturan Mendagri No 13 Tahun 2006, yang kemudian diperbarui dengan Permendagri No 59 Tahun 2007Kedua peraturan diatas mengatur secara rinci pola pengelolaan keuangan pemerintah daerah mulai dari proses penyusunan anggaran hingga proses penggunaan anggaran ​dan akuntansi keuangan pemerintah daerah.</​font>​+Dengan demikianantara kebijakanprogram, kegiatan dan subkegiatan harus merupakan sebuah rangkaian ​yang mencerminkan adanya keutuhan konseptualPerubahan sistem penganggaran ​dari yang selama ini berorientasi pada input menjadi berorientasi pada output, membutuhkan perubahan pola pikir yang mendasar. Dalam sistem yang baru, penanggung jawab dan pengelola program dan kegiatan harus memfokuskan upaya pada pencapaian sasaran keluaran (output) kegiatan dan hasil (outcome) dari program yang dilaksanakannya.
  
-<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Penerapan ​paradigma baru diatas tentunya harus pula didukung dengan penggunaan teknologi informasi yang memadai ​dalam mendukung proses ​pengelolaan keuangan negara, yang mampu meng-integrasikan semua komponen yang terkait didalamnyaUntuk itu Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Daerah</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​yang</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​berbasis</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Web</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​dan</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Open</​font>// ​ //<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Source</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>,​ guna menunjang kebutuhan operasional dalam proses ​pengelolaan keuangan daerah, termasuk kebutuhan manajemen dalam memantau kondisi kinerja ​dan kondisi ​keuangan daerah.</​font>​+Dalam konteks pemerintahan daerah pola paradigma baru dalam pengelolaan keuangan negara ​ini diwujudkan dengan diimplementasikannya Peraturan Mendagri No. 13 Tahun 2006, yang kemudian diperbarui dengan Permendagri No. 59 Tahun 2007Kedua peraturan diatas mengatur secara rinci pola pengelolaan keuangan ​pemerintah ​daerah ​mulai dari proses penyusunan anggaran hingga proses penggunaan anggaran ​dan akuntansi ​keuangan ​pemerintah ​daerah.
  
-<font 11,0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Penggunaan</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​open</​font>// ​ //<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​source</​font>​ //<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​dalam ​Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah ​ini, selain bersifat</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​legal</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​kepemilikan</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​source</​font>// ​ //<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​code</​font>​ //<font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​akan sangat mendukung upaya memaksimalkan kemandirian dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain. Selain itu sistem</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​yang</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​berbasis</​font>//<​font 11,0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​web</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​ini</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​relatif lebih mudah diimplementasikan pada unit-unit kerja terkait di lingkungan pemerintah ​daerah, ​dengan memanfaatkan secara</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​optimal</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​jaringan</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​intranet</​font>//<​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​pemerintah</​font><​font 11,​0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​daerah.</​font>​+Penerapan paradigma baru diatas tentunya harus pula didukung dengan penggunaan teknologi informasi yang memadai dalam mendukung proses pengelolaan keuangan negarayang mampu meng-integrasikan semua komponen yang terkait didalamnya. Untuk itu **Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)** mengembangkan aplikasi ​Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah yang berbasis ​Web dan Open Sourceguna menunjang kebutuhan operasional dalam proses pengelolaan keuangan ​daerah, ​termasuk kebutuhan manajemen dalam memantau kondisi kinerja dan kondisi keuangan ​daerah.
  
-<font 12,0000pt/​Arial;;​inherit;;​inherit>​Dengan demikian, Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah ini diharapkan dapat mengantipasi segala perkembangan atau perubahan paradigma dalam pengelolaan keuangan daerah dengan senantiasa melakukan perbaikan serta penyempurnaan secara mandiri, sehingga pengelolaan anggaran dan kegiatan di lingkungan Pemkab senantiasa menjadi lebih efektif dan efisien.</​font>​+Penggunaanopen source dalam Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah ini,selain bersifat legal kepemilikan source code akan sangat mendukung upaya memaksimalkan kemandirian dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain.Selain itu sistem yang berbasis web ini relatif lebih mudah diimplementasikan pada unit-unit kerja terkait di lingkungan pemerintah daerah, dengan memanfaatkan secara optimal jaringan intranet pemerintah daerah. 
 + 
 +Dengan demikian, Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah ini diharapkan dapat mengantipasi segala perkembangan atau perubahan paradigma dalam pengelolaan keuangan daerah dengan senantiasa melakukan perbaikan serta penyempurnaan secara mandiri, sehingga pengelolaan anggaran dan kegiatan di lingkungan Pemkab senantiasa menjadi lebih efektif dan efisien.
  
  
sekilas_simral.1526881547.txt.gz · Last modified: 2018/05/21 12:45 by eka